Sale!

PESTONA NASA – Pengendali Hama Tanaman

Rp75,000.00 Rp55,000.00

PESTONA yaitu pestisida organik untuk beberapa hama penting pada tanaman pangan, holtikultura dan tanaman tahunan.PESTONA terbuat dari bahan alami, sehingga mudah terurai di alam dan tidak akan mencemari lingkungan, aman untuk kehidupan manusia, hewan peliharaan dan musuh alami hama pada tanaman, tanaman atau buah yang menggunakan PESTONA akan bebas residu kimia dan aman untuk dikonsumsi.

Categories: ,

PESTONA yaitu formula pengendali atau pemberantas hama pada tanaman pangan, holtikultura dan tahunan yang bersifat organik. Merupakan produk pestisida organik unggulan dari PT Natural Nusantara (NASA). Organik artinya hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami dan tidak menggunakan bahan kimia di dalamnya.

PESTONA terbuat dari bahan alami, sehingga mudah terurai di alam dan tidak akan mencemari lingkungan, aman untuk kehidupan manusia, hewan peliharaan dan musuh alami hama pada tanaman, tanaman atau buah yang menggunakan PESTONA akan bebas residu kimia dan aman untuk dikonsumsi.

PESTONA bekerja dengan cara mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sehingga mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, meskipun tidak mengutamakan kematian segera pada serangga atau hama yang merusak tanaman.

Pestisida merupakan salah satu kebutuhan berupa ramuan / formula yang ada di dalam dunia pertanian dimana dibuat dari beberapa bahan yang berfungsi untuk megendalikan dan membunuh hama yang bisa mengurangi produktivitas tumbuhan ketika masa panen telah tiba. Hama yang diberantas pun sangat beragam mulai dari hewan, dan penyakit pada tumbuhan.

Keunggulan PESTONA

  • Sangat aman bagi kehidupan manusia, hewan ternak atau hewan peliharaan, serta musuh alami hama pada tanaman yang sedang dibudidayakan
  • Mudah terurai di alam, sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan
  • Hasil produksi tanaman dan buah menjadi bebas residu bahan kimia dan aman untuk dikonsumsi

PESTONA yaitu pestisida organik untuk beberapa hama penting pada tanaman pangan, holtikultura dan tanaman tahunan, yang merupakan hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif sebagai berikut :

Alkaloid, polifenol, azadirachtin, ricin (asam ricin), sitrat, eugenol, nikotin, annonain, dan lain-lain

Kandungan lainnya yaitu eucalyptus oil, atsiri oil, dan solvent extraction

Manfaat dan Fungsi PESTONA

Berdasarkan kandungan bahan-bahan aktifnya, pestisida organik NASA ini memiliki manfaat dan fungsi sebagai berikut :

  • Asam ricin, dapat mengendalikan berbagai jenis serangga, semacam cendawan dan nemotade parasit pada tanaman.
  • Zat azadirachtin, dapat mengendalikan berbagai jenis jamur, hama, bakteri, virus dan berperan sebagai moluskisida. Zat ini bekerja dengan cara menghambat reproduksi hama dan menghambat pertumbuhan serangga dewasa.
  • Polifenol, dapat menghambat serangga hama dan menghembat tumbuhnya larva untuk menjadi pupa
  • Alkaloid, zat ini bersifat taksin terhadap beberapa jenis serangga.
  • Annonain, kandungan ini dapat menolak serangga dan menghambat pertumbuhan serangga serta untuk menanggulangi hama ulat dan belalang.
  • Sitrat, untuk menghambat dan mengendalikan hama gudang dan peletakkan telur serangga.
  • Nikotin, untuk menolak serangga dan berfungsi sebagai akarisida.
  • Eugenol, berfungsi untuk mengendalikan lalat buah dan bisa bekerja sebagai fungisida.

Cara Kerja PESTONA

Mekanisme kerja PESTONA ialah tidak mengutamakan untuk membunuh hama secara cepat, tetapi zat didalamnya akan bekerja untuk mempengaruhi daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, hambatan pembentukan serangga dewasa, proses ganti kulit, penurunan daya tetas telur, menghambat komunikasi seksual, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu kandungan dalam PESTONA bekerja sebagai zat pemandul, menghambat proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur, dan dapat bekerja secara kontak sistemik. Dengan kata lain, pestisida ini bekerja dengan cara mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sehingga dapat mencegah OPT untuk memakan dan merusak tanaman, meskipun PESTONA jarang menyebabkan kematian segera pada serangga atau hama.

Sasaran Hama :

Walang sangit, wereng, belalang, penggerek batang, thrips, kepik, uret, ulat, dan lain-lain.

Walang Sangit

Walang sangit adalah salah satu hama yang sering menyerang lahan pertanian. Pantas saja petani menganggap walang sangit sebagai salah satu musuh utama. Serangga yang mempunyai bau yang menyengat ini mampu merusak padi di lahan pertanian dari fase pembungaan hinga fase tumbuhnya bulir beras. Kebrutalan serangan hama walang sangit juga diperburuk dengan belum ditemukannya jenis padi yang mampu bertahan dari serangan walang sangit.

Walang sangit yang memiliki nama latin Leptocorisa Oratoriu merupakan salah satu jenis hama perusak tanaman padi. Di setiap daerah hama ini memiliki nama yang berbeda-beda, misalkan orang-orang di Jawa Barat menyebut walang sangit sebagai kungkang, di Sumatera ia disebut sebagai Pianggang. Sedangkan di Padang, walang sangit dijuluki sebagai Tenang.

Walang sangit memiliki ciri yang khas selain dari baunya. Serangga ini memiliki ukuran sekitar 2 cm, dengan bentuk tubuh yang memanjang, berwarna coklat gelap, dan mempunyai probocis / belalai di bagian kepala. Fungsi dari belalai yang dimiliki oleh walang sangit adalah untuk menghisap cairan pada tumbuhan yang dia tempati. Probocis pada kepala walang sangit inilah yang bisa merusak tanaman termasuk padi. Jika anda pernah mencium bau yang tidak enak dari walang sangit, itu merupakan salah satu cara walang sangit bertahan ketika merasa terancam.

Cara Mengatasi Serangan Walang Sangit salah satunya adalah dengan cara membersihkan lingkungan pada area yang ditamani komoditas. Pembersihan dilakukan pada saat sebelum masa tanam hingga padi mulai tumbuh. Gulma dan rumput liar menjadi lingkungan favorit untuk walang sangit berkembang biak.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan Pestona dari PT. Natural Nusantara secara rutin dan sesuai petunjuk penggunaan yang disarankan yang tertempel pada kemasan untuk mengendalikan serangan hama walang sangit. Pestisida organik yang dibuat dari bahan alami ini mampu bekerja secara optimal untuk membantu menjaga lahan pertanian dari serangan hama.

Wereng

Wereng menjadi jenis hama selanjutnya yang menjadi musuh bagi para pelaku pertanian. Wereng merupakan jenis hama yang merusak tanaman dengan cara menghisap sari-sari yang ada di dalam tanaman. Wereng sendiri merupakan nama umum yang diciptakan oleh masyarakat untuk jenis serangga penghisap cairan yang ada di dalam tumbuhan. Wereng berasal dari spesies Ordo Hermiptera (Kepik Sejati), Subordo Fulgoromorpha yang memiliki bentuk dan ukuran tubuh seperti kepik.

Wereng umumnya menyerang tanaman padi dan menyerang secara berkoloni sehingga sangat sulit untuk ditangani. Jika lahan pertanian sudah terserang wereng dan tak langsung ditangani maka besar kemungkinan petani akan mengalami gagal panen dan merugi.

Hal tersebut disebabkan oleh mobilitas dan penyebaran hama wereng ini sangat cepat sehingga membuatnya sangat sulit ditangani. Lebih parahnya wereng sering menyerang padi yang sudah mulai berisi dan mendekati masa panen. Wereng akan menempel pada tumbuhan padi tepatnya di bagian pangkal hingga daun lalu akan menghisap cairan penting dari tanaman padi hingga kering.

Adapun jenis-jenis wereng terdiri dari Wereng Coklat, Wereng Hijau, Wereng Loreng, dan Wereng Punggung Putih. Jenis-jenis wereng tersebut mempunyai kemampuan menakutkan untuk merusak tanaman padi. Alangkah lebih baik bagi petani untuk mencegah serangan hama wereng agar memiliki hasil panen yang melimpah. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan menyemprotkan Pestona NASA yang merupakan pestisida ramah lingkungan karena merupakan pestisida organik untuk perawatan tanaman agar tetap sehat dan terhindar dari wereng.

Belalang

Belalang yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Melanoplus Femurrubrum dikenal sebagai herbivora pemakan daun. Belalang dikelompokkan sebagai salah satu hama perusak karena sering memakan bagian daun dari tumbuhan yang ditanam oleh petani. Belalang memiliki pola makan yang cukup rakus sehingga daya serangnya sering dikeluhkan oleh petani karena banyaknya tanaman rusak terserang belalang. Bukan hanya menyerang bagian daun, belalang juga kerap menyerang bagian lain dari tumbuhan seperti batang dan tangkai tanaman.

Belalang memiliki ciri fisik yang terbagi menjagi 3 bagian yaitu kepala, dada, dan perut. mempunyai 2 antena pendek, 6 kaki, dan mempunyai sayap untuk membantu belalang melompat hingga jarak yang cukup jauh. Belalang juga memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat yaitu mencapai 150 butir telur dalam masa bertelur 2 hingga 3 hingga 4 hari. Telur-telur tersebut disembunyikan di bagian tanaman, hingga dibawah tanah sekalipun. Telur belalang mampu bertahan secara baik hingga akhirnya menetas.

Pertumbuhan yang cepat juga merupakan salah satu ancaman yang mengkhawatirkan bagi petani. Salah satu solusi ampuh untuk mengendalikan hama belalang adalah dengan menyemprotkan Pestona Pupuk Organik dari NASA untuk menekan jumlah pertumbuhan belalang dan serangan belalang di lahan pertanian.

Masih ada jenis hama lain yang mampu dicegah dengan menggunakan Pestona NASA seperti penggerek batang, thrips, kepik, uret, ulat, dan lain-lain.

Cara Pemakaian :

Larutkan produk PESTONA sebanyak 5cc-10cc kedalam 1 liter air atau setara dengan 7-10 tutup botol untuk satu tangki.

Kemudian aduk campuran tersebut hingga tercampur rata.

Lalu semprotkan pada tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit secara merata

Untuk hasil lebih optimal, lakukan penyemprotan sesering mungkin. Paling minimal dilakukan penyemprotan setiap musim.

Waktu yang paling baik untuk penyemprotan adalah pada waktu sore hari.